Reworked Fashion, Fashion yang Ramah Lingkungan Agar Bumi Sehat Kembali

Selasa, Oktober 26, 2021

"Duh tumpukan bajuku di lemari udah makin tinggi nih."
“Sama, lemari aku juga kemarin sampai ambruk dong hahahaha…. Kebanyakan jajan baju nih kayanya aku sekarang.”
“Aku padahal udah nyortir-nyortir baju buat dikasih-kasih, tapi masih aja lemari penuh.”
Percakapan tentang lemari yang terlalu penuh itu menjadi percakapan sehari-hari aku dan beberapa teman dekatku. Kami memang punya beberapa persamaan, sama-sama senang dengan fashion dan hobi berbelanja. Namanya juga sebuah pertemanan, segala percakapan bisa terjadi dengan random-nya. Enggak cuma seputar isi lemari atau hobi kami yang lain, tapi juga tentang suhu yang rasanya semakin panas akhir-akhir ini.

“Musim pancaroba kali ya sampai panas banget gini? Enggak tahan aku kemarin akhirnya sampai beli kipas angin portable dong.”
“Bukan karena pancarobanya juga sih, tapi karena memang bumi lagi enggak sehat. Dan aktivitas kita sehari-hari bisa jadi salah satu yang punya andil terhadap perubahan iklim saat ini.”
Jleb banget rasanya ketika salah satu dari kami memberikan komentar seperti itu soal perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. Mau enggak mau aku kan jadi penasaran, benar enggak sih kalau aku juga ikut berperan terhadap perubahan iklim ini?
sumber : pixabay

Limbah Fashion Dapat Merusak Lingkungan

Enggak pernah terbayangkan sebelumnya dalam benak aku, kalau ternyata fashion juga memiliki dampak negatif yang bisa merusak lingkungan. Aku pikir selama ini yang bisa merusak lingkungan itu hanyalah polusi udara, sampah plastik, serta rumah kaca saja. Ternyata limbah fashion juga bisa merusak lingkungan yang menjadi penyebab polusi air, polusi tanah, juga penghasil gas emisi rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.

Fast fashion rupanya menjadi salah satu penyebab utama kenapa industri fashion bisa memberikan dampak yang buruk bagi perubahan iklim. Mungkin bagi yang belum terlalu paham tentang fast fashion, aku jelasin dulu sedikit ya. Fast fashion itu istilah yang digunakan dalam industri tekstil yang memiliki berbagai model fashion yang silih berganti dalam kurun waktu yang sangat singkat.
Biasanya fast fashion ini memiliki banyak model dan selalu mengikuti trend terbaru. Selain banyak modelnya, biasanya mereka juga menggunakan bahan baku yang tidak berkualitas dan tidak tahan lama. Karena menggunakan pewarna tekstil yang murah dan berbahaya, jadi menyebabkan pencemaran air dan beresiko terhadap kesehatan manusia.
Bahan-bahan kain yang digunakan dalam fast fashion biasanya menggunakan bahan poliester dan katun. Bahan poliester ini berasal dari bahan baku fosil, sehingga saat dicuci akan menimbulkan serat mikro yang meningkatkan jumlah sampah plastik. Sementara bahan katun biasanya dicampur dengan air dan pestisida dalam jumlah yang sangat banyak, sehingga membahayakan para pekerja dan meningkatkan resiko kekeringan, menciptakan tekanan besar pada sumber air, menurunkan kualitas tanah, serta berbagai masalah lingkungan lainnya.

Hati kecilku cukup sedih begitu mengetahui fakta-fakta ini. Ya ampun, ternyata kebiasaan jajan baju aku selama ini punya dampak yang lumayan mengerikan bagi kesehatan bumi. Apa yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan bumi? Aku selalu percaya, satu langkah kecil saja bisa membawa perubahan. Tapi kalau harus berhenti total mengikuti perkembangan fashion, rasanya masih cukup berat untuk aku lakukan.

Reworked Fashion, Fashion yang Ramah Lingkungan

Akhir-akhir ini thrift shop maupun toko pakaian bekas tengah menjadi trend. Salah satu alasannya adalah bisa turut andil dalam menyelamatkan bumi. Untuk mengurangi limbah industri fashion, pakaian-pakaian yang masih layak pakai dijual kembali alih-alih dibuang. Aku pun turut menjadi salah satu pelanggan setia baju-baju yang masih layak pakai.

Berbagai cara dilakukan oleh #MudaMudiBumi untuk dapat menciptakan iklim industri fashion yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan agar dapat mengurangi limbah tekstil yang tersebar. Reworked fashion bisa menjadi salah satu cara #UntukmuBumiku agar bisa kembali pulih. Reworked fashion itu sendiri ialah outfit yang terdiri atas gabungan jenis outfit berbeda yang diolah kembali menjadi satu outfit baru yang utuh.  
sumber : Instagram @wanttoeatfuud

sumber : Instagram @youpoppin

sumber : Instagram @colorato.studio

sumber : Instagram Story @dianarikasari

sumber : Instagram Story @dianarikasari

Foto-foto di atas merupakan reworked outfits dengan berbagai teknik. Ada yang menggabungkan 2 atau lebih jenis pakaian, ada yang dibuat dengan gabungan kain-kain pakaian yang sudah tidak terpakai dan lain sebagainya. Waaah... Keren dan unik ya?
Terkadang aku juga suka membuat sendiri pakaian dari limbah-limbah baju yang sudah tidak terpakai. Ide-idenya kadang terlintas begitu saja atau kadang aku mencari inspirasi lewat Youtube dan sosial media. Biasanya setelah beres-beres lemari dan memisahkan pakaian-pakaian yang mana yang masih layak pakai untuk disumbangkan atau diberikan kepada orang lain, aku juga menyortir pakaian-pakaian yang sudah tidak bisa digunakan lagi untuk aku desain ulang menjadi outfit baru. Nah ini merupakan salah satu reworked outfit yang pernah aku buat. Aku membuatnya dari gabungan kaos bekas dan celana jeans yang sudah tidak terpakai lagi. Daripada dibuang, lebih baik didaur ulang sehingga aku bisa sekaligus mengurangi kebiasaan membeli baju baru, itung-itung sekalian mengasah kreativitas.


Menghibahkan pakaian kepada orang yang membutuhkan, membeli pakaian preloved atau thrifting, serta melakukan reworked outfits, hmm... kira-kira cara apa lagi yang yang bisa kita lakukan untuk mengolah limbah pakaian? Ada beberapa cara mudah untuk mengolah limbah fashion demi mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan, antara lain :
- On Demand or Custom Clothing
Dibandingkan dengan membeli pakaian yang kualitas bahannya buruk, kita bisa mencoba untuk mencari bahan sendiri yang berkualitas baik lalu dijadikan pakaian yang modelnya sesuai dengan yang kita inginkan. Kita bisa menjahitnya sendiri atau membawanya ke tukang jahit.
- Berjualan pakaian preloved
Jika pakaian masih layak pakai, tidak ada salahnya menjual pakaian kita. Kita bisa memasarkan lewat sosial media ataupun e-commerce, atau menjual secara offline dengan membuka garage sale. Kita bisa mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus ikut berkontribusi mengurangi limbah fashion.
- Menerapkan gaya hidup minimalis
Gaya hidup minimalis dengan mengurangi perilaku konsumtif terhadap produk fashion bisa diterapkan demi mengurangi limbah fashion. Kita masih tetap tampil modis dengan memadu padankan item-item fashion yang kita punya.
Aku yakin setiap aksi kecil yang baik, pasti akan membawa perubahan yang baik pula. #TimeforActionIndonesia untuk turut berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi agar perubahan iklim tidak terus menerus terjadi. "Sebagai fashionista, saya bersumpah akan ikut berkontribusi dalam pengelolaan limbah fashion demi bumi yang sehat kembali!" Yuk, kamu juga turut melindungi bumi ini jangan sampai terlanjur sakit.

You Might Also Like

7 comment

  1. Trims infonya. Saya baru tahu kalau Fast Fashion ternyata punya dampak yang cukup negatif bagi bumi. Dan ternyata Reworked Fashion bisa jadi salah satu alternatif fashion yang ramah lingkungan agar bumi sehat kembali

    BalasHapus
  2. Lemari bajuku juga penuh banget mbak makanya ini nahan diri gak beli beli baju. Biarin yang dipake itu-itu aja lelah beres-beresnya itu, lho. Udahlah mahal, cuma numpuk aja di lemari, kan sayang ya..

    BalasHapus
  3. Ini aju setuju bgt, aku selagi bisa dan maaih layak pakai aku pakai lagi pakaian2 lama aku.
    Tapi sayangnya banyak penjahit yang males-malesan kalau diminta modifikasi pakaian lama.

    BalasHapus
  4. aku suka banget ngikutin akun ig nya Diana Rikasari, kayanya asik banget reworked fashionnya dia. Pengen coba tapi masih kebanyakan malesnya

    BalasHapus
  5. Ide-ide kreatif gini sih yang memang diharapkan saat sekarang ya. Perubahan iklim gak bisa dipungkiri juga serta limbah semakin banyak. Mereworked gini pun gak kalah cakep hasilnya ya dan tetep bisa terlihat fashionable banget ya,kak.

    BalasHapus
  6. Aku juga lagi nyortir baju-bau nih gak terasa ya jadi banyak gini, ini juga padahal selama pandemi ga belanja banyak. Ternyata limbah fashion itu bisa merusak ya makanya skr banyak yg mendaur ulang pakaian juga ya. Di dunia fashion juga ikut menciptakan mode yang susitanable

    BalasHapus
  7. Sudut pandang yg menarik dr isu perubahan iklim nih, yang biasanya kebanyakan org cuma tahu kalau penggunaan kendaraan&listrik aja yg berdampak.
    Ternyata fashion jg pny dampak tersendiri pada perubahan iklim.
    Aku yg jg penyuka fashion, jd mesti mikir2 dulu nih sblm beli baju. Nice info kak :D

    BalasHapus

Like us on Facebook

Part Of

Warung Blogger Blogger Perempuan Indonesian Female Bloggers Jakarta Beauty Blogger