}

21/06/2017

Memperingati Coral Triangle Day 2017 dengan Stop Sampah Plastik

Pantai Sanggar - Tulungagung, Jawa Timur

Pantai Gemah - Tulungagung, Jawa Timur

Pantai Pasir Putih Karanggongso - Trenggalek, Jawa Timur 

Apa sih yang terlintas di benak kamu saat melihat tiga foto di atas? Tepi pantai yang bersih kah? Pantai dengan laut yang bebas dari sampah kah? Atau... Malah tiba-tiba terserang virus 'need vitamin sea'? Hehehe...

Foto-foto tersebut aku ambil saat mengunjungi daerah Jawa Timur. Tiga pantai tersebut adalah Pantai Sanggar, Pantai Gemah dan Pantai Pasir Putih Karanggongso.
Di sana, pantainya memang bersih. Tapi tiga pantai itu hanyalah beberapa contoh dari sekian banyak pantai-pantai bersih yang ada di Indonesia. Masih banyak pantai yang lebih bersih dengan pemandangan bawah lautnya yang lebih cantik di Indonesia.
Tapi... jangan salah, tak sedikit juga loh pantai di Indonesia yang kotor dan kumuh oleh sampah, terutama sampah plastik. Aku pribadi sebenarnya nggak suka jalan-jalan di pantai yang udah kotor dengan sampah-sampah plastik berserakan, botol bekas minuman berhamburan sampai limbah-limbah pabrik berceceran. Terkadang kalau lagi jalan-jalan di pantai dan nemu satu dua atau tiga sampah aku bisa pungut, tapi kalau udah bertebaran kayak foto di bawah ini, walaah nggak sanggup deh mungutinnya kalau sendirian. Huhuhu :(

Kuta - Bali | Source : www.mongabay.co.id
Oh ya, kamu tahu nggak sih kalau ternyata Indonesia ada di urutan kedua terbesar sebagai negara penyumbang sampah plastik di laut loh. Duh... Itu bukan sebuah prestasi yang membanggakan, ya.

Lewat postingan ini, aku mau berbagi cerita tentang acara yang baru saja diselenggarakan Jumat, 16 Juni 2017 lalu. Acara ini erat hubungannya sama apa yang udah aku bahas di awal, tentang pantai, laut dan sampah. Acara ini adalah Coral Triangle Day 2017.

Sebenarnya apa sih acara Coral Triangle Day itu? Seberapa penting acara itu? Apa hubungannya sama pantai dan laut yang kotor? Atau sama laut yang bersih?

Sebelumnya aku mau jelaskan sedikit tentang Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang. Coral Triangle adalah kawasan yang kaya akan terumbu karang dan spesies lautnya. Kawasan ini mencakup enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, Filipina dan Kepulauan Solomon. Menurut WWF, Coral Triangle memiliki 600 spesies terumbu karang, sekitar 2500 spesies ikan dan juga memiliki 6 dari 7 spesies penyu laut yang ada di dunia. Bayangin aja, betapa luar biasanya negara-negara maritim tersebut ya. 


Raja Ampat - Papua | Source : www.indonesiakaya.com
Raja Ampat - Papua | Source : www.indonesiakaya.com
Raja Ampat - Papua | Source : www.indonesiakaya.com

Coral Triangle Day atau CT Day itu sendiri adalah acara tahunan yang dirayakan setiap tanggal 9 Juni dan bersamaan dengan World Ocean Day atau Hari Laut Dunia (dirayakan tanggal 8 Juni). CT Day terbuka bagi siapapun yang peduli akan masalah konservasi, perlindungan dan pelestarian laut terutama di Coral Triangle. Dari keprihatinan terhadap Indonesia yang menjadi salah satu negara penyumbang sampah terbesar dan polusi plastik di lautan yang makin hari makin meningkat, tema "Curbing Marine Debris - Reduce Your Plastic Waste" diangkat pada CT Day tahun ini. CT Day mengkampanyekan #SayNo2Plastic dengan serangkaian acara di berbagai wilayah seperti pembersihan pantai dan laut, diskusi edukatif, pameran, festival film kelautan, sampai bazaar.

Di Jakarta, para pecinta lingkungan bersama-sama dengan Change.org Indonesia dan CTICFF juga nggak mau ketinggalan untuk merayakan Coral Triangle Day 2017 lewat acara diskusi bertema "Selamatkan Laut Kita, Stop Sampah Plastikmu" di Goethe Institute, Menteng, Jakarta.
Acara yang dimoderatori oleh Dayu Hatmanti (Miss Scuba International 2011) itu menghadirkan para ahli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomar), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta beberapa LSM pemerhati lingkungan. Ada juga Hamish Daud yang dikenal sebagai aktor dan presenter serta Trinity, seorang penulis buku dan traveler.

Pemutaran film tentang kondisi di beberapa wilayah akibat pencemaran sampah juga dilakukan di acara CT Day ini. Pemutaran film ini memberi gambaran bahwa ternyata di seluruh dunia juga memiliki masalah yang sama, yakni pencemaran sampah.

Setiap tahunnya ada banyak sekali sampah terutama sampah plastik yang membuat laut tercemar. Menurut Bapak Zulazmi, Deputi Direktur Indonesia, Timor Leste dan ASEAN GIZ, tak tanggung-tanggung jumlahnya bisa lebih dari 12 juta ton. Asal sampah-sampah tersebut dari darat dan pastinya berujung ke laut. Dari jumlah tersebut sampah-sampah itu menyebar, ada yang mengapung di laut, berada di dasar laut dan mengotori pantai. Hal itu tentu saja dapat mengganggu ekosistem perairan seperti mangrove, terumbu karang, ikan-ikan dan biota laut lainnya. Sebab kandungan dari sampah plastik itu beracun serta berbahaya.





Di acara CT Day tersebut juga hadir Jamaliyah yang tampil membacakan isi suratnya. Surat tersebut pernah membuat Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti terharu. Jamaliyah merupakan anak asal Pulau Putri Bawean, Gresik yang menjadi juara satu Lomba Aksi Menulis Surat Untuk Ibu Menteri di tahun 2015. Dalm suratnya, Jamaliyah menceritakan kehidupan sehari-hari bersama orangtuanya di Bawean yang sering pergi melaut dan makan hasil laut tangkapannya. Jamaliyah juga menuturkan kalau orang di Bawean udah nggak lagi pakai bom untuk menangkap ikan karena lama kelamaan pasti akan merusak laut dan isinya. Dia juga bercerita tentang prestasi dan cita-citanya yang ingin menjadi guru agar bisa mengajarkan cinta lingkungan khususnya laut kepada anak-anak. Mulia sekali, ya?
Aku juga setuju dengan Jamaliyah, lebih baik menangkap ikan di laut dengan cara yang aman dan tidak merusak kehidupan laut, meskipun cara tersebut bukan merupakan cara yang praktis. 
Kalau mau tahu isi suratnya bisa dilihat di artikel Portal Berita Gresik ini : Ini Isi Surat Jamaliyah yang Bikin Menteri Susi Menangis 


Setelah itu ada juga atraksi musik perkusi oleh Batutara Percussion. Uniknya, performance mereka menggunakan alat musik dari barang-barang bekas yang didaur ulang seperti drum bekas, panci dan wajan bekas. Seru sekali! Menurutku mereka kreatif banget mengolah sampah dan bisa memanfaatkannya menjadi alat musik. Bisa dicontoh nih. Daripada menjadi sampah yang makin menggunung, lebih baik didaur ulang.



Di tengah acara kami semua dikagetkan oleh kemunculan makhluk-makhluk laut di panggung. Ada paus, terumbu karang dan cumi-cumi. Ternyata mereka adalah boneka maskot yang kemudian mengajak kami flashmob menari menggunakan lagu yang diciptakan oleh para nelayan di suatu daerah di Indonesia dengan gerakan-gerakan yang ada hubungannya dengan melestarikan laut. Hihi... Lucu sekali gerakannya, lumayan siang-siang kan jadi nggak ngantuk.





Acara berlanjut dengan bincang-bincang santai bersama Bapak Aryo Hanggono perwakilan dari KKP, Ibu Nani perwakilan dari Kemenkomar, Bapak Ujang Solihin perwakilan dari KLHK, Hamish Daud dan Trinity. Mereka membahas isu-isu terkait polusi plastik di laut, pengurangan sampah plastik sampai pengalaman serta kegiatan di dunia kelautan yang seru-seru banget.

Lebih lanjutnya Bapak Ujang Solihin mengatakan bahwa di Indonesia sendiri jumlah kantong plastik yang sudah digunakan oleh masyarakat mencapai 11 juta lembar per tahun. Beliau menjelaskan mengenai aturan kantong plastik berbayar yang sudah pernah diujicobakan oleh KLHK pada tahun lalu kepada masyarakat Indonesia dan membawa dampak positif yaitu penurunan konsumsi kantong plastik oleh masyarakat sampai 50%. Hal ini akan terus dilanjutkan dan diterapkan secara merata kepada semua pasar modern dan pasar tradisional. Selain itu, pembatasan alat makan sekali pakai juga akan diterapkan. "Draftnya sudah ada, hanya tinggal menunggu disahkan oleh Menteri KLHK", kata Bapak Ujang.

Bapak Aryo Hanggono juga menuturkan kalau pemilahan sampah serta pengolahannya memang harus dimulai dari darat dulu. Kesadaran dari masyarakat itu sendiri yang sangat penting.

Hamish Daud juga ikut berbagi pengalaman dan kegiatannya di dunia kelautan. Ternyata aktor yang bermain dalam film 'Trinity, The Nekad Traveler' ini memang sudah dekat dan cinta dengan laut sejak kecil. Tak terhitung sudah berapa seringnya Hamish mengeksplorasi laut. Dia juga menuturkan keprihatinannya mengenai cara-cara penangkapan ikan yang membahayakan kehidupan bawah laut dan bersemangat sekali membahas isu polusi plastik di laut Indonesia.

Trinity, seorang traveler dan penulis buku 'The Naked Traveler' yang sudah mengunjungi 80 negara dan juga beberapa provinsi di Indonesia juga ikut sharing pengalamannya saat melancong. Dia pernah bertemu dengan orang-orang dari Industri Pariwisata yang membuang sampah dengan enaknya ke laut. Menurutnya penyebab utama masalah ini adalah kurangnya kesadaran dan kurangnya sanksi yang diberikan. Penulis buku traveling yang buku-bukunya masuk sebagai jajaran bestselling nasional ini juga mengatakan mungkin para pelaku industri pariwisata yang sudah berhasil mengelola sampah dengan baik bisa diberikan reward seperti seperti pengurangan pajak dan lain sebagainya.

Nggak terasa perbincangan tersebut sudah mendekati waktu berbuka puasa. Lalu Acara CT Day 2017 di Goethe Institute pun diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada pembicara dan berbuka puasa bersama.





Dari acara ini aku banyak dapat fakta mengenai laut dan berharap kita semua semakin sadar kalau masalah sampah bukan masalah yang bisa dianggap remeh. Saat ini sampah sudah menjadi suatu ancaman, bukan hanya bagi laut tapi juga darat. Betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Karena kekayaan alam dan sumber daya alam juga akan jadi bekal di masa depan untuk anak cucu kita kelak. Kalau bukan dimulai dari diri sendiri, lalu siapa lagi yang akan mulai? Maka dari itu, lakukan apapun yang kita bisa mulai dari sekarang. Jangan hanya berdiam diri, karena cara sederhana pun ternyata bisa membawa pengaruh besar. Bisa dimulai dengan kurangi penggunaan plastik dan alat makan yang sekali pakai, membiasakan diri untuk bawa botol minuman yang bisa dipakai berkali-kali, kalau sedang belanja usahakan bawa sendiri canvas bag yang ramah lingkungan supaya nggak perlu lagi pakai plastik, selalu ingat untuk menjaga kebersihan di setiap tempat wisata yang kita kunjungi, ingatkan juga orang-orang di sekitar kita untuk membatasi penggunaan plastik dan jangan buang sampah sembarangan, mencoba menerapkan konsep Reduce, Reuse, Recycle dan satu lagi... kita harus terus menyuarakan masalah ini dan dipraktekkan agar kita bisa menciptakan perubahan bagi lingkungan.

Aku sendiri pun belum bisa berbuat banyak untuk lingkungan. Tapi udah beberapa bulan ini aku mencoba mengikuti peraturan kantung plastik berbayar. Aku udah mulai membatasi penggunaan kantung plastik kalau belanja dan udah mulai membiasakan bawa canvas bag kalau belanjanya lagi banyak. Aku berfikir benar juga ya, dengan begini pasti bisa mengurangi sampah plastik. Oh iya, kalau lagi jalan-jalan aku nggak pernah kelupaan buat foto-foto. Kalau lagi sesi foto-foto, kadang suka ada satu atau dua sampah kecil yang masuk di frame. Nah karena aku nggak suka sama background foto yang agak-agak bocor alias nggak clean, alhasil kalau ada sampah yang bisa aku singkirkan ya aku pungut dulu, aku taruh tas dan aku bawa pulang aja. Yang penting hasil fotoku clean. Hehehe. Dan hal sederhana lainnya yang bisa aku lakukan lagi adalah menyuarakan masalah ini dan mengajak kalian untuk lebih peduli akan masalah sampah plastik.
Ayo sama-sama jaga lingkungan kita!











See You On My Next Post!

With love,







02/06/2017

Review : X2 Glam Soft Cosmetic Lens Aquamarine

Haiiii! Aku balik lagi dengan review salah satu produk kosmetik nih. Buat cewe-cewe para softlens user pasti udah nggak asing kan sama X2 softlens?
Aku sendiri juga softlens user karena aku punya mata minus yang lumayan gede dan sering nggak nyaman pakai kacamata, apalagi kalau ada event atau pas lagi traveling. Kalau sehari-hari di rumah atau pas nggak ada acara sih aku pakai kacamata. Agak ngeri juga sih kalau keseringan pakai softlens, makanya aku termasuk pemilih banget kalau urusan softlens. Yang paling penting sih softlens yang aku pakai harus aman dan nyaman dipakai, nggak bikin iritasi, tahan lama tanpa bikin mata terasa perih atau mengganjal, dan nggak gampang sobek juga.

Nah... Jujur... X2 Softlens termasuk softlens yang udah sering aku pakai, karena emang udah kebukti banget di aku kenyamanannya. Kalau biasanya sih aku pakai warna clear (bening), brown atau gray.

Kali ini aku mau review the latest product nya X2 Softlens yang baru aja launching. Seneng banget deh waktu dikirimin satu pasang sama @x2softlens, aku bisa cobain produk terbarunya sebelum launching.
X2 Glam by Exoticon, itu dia nama produk terbarunya. Ada 3 warna yaitu, Aquamarine, Citrine dan Tourmaline.

Aku dikirimin satu pasang softlens warna Aquamarine, satu botol cairan pembersih sekaligus untuk merendam softlens, X2 Comfort Extra dan brosur spesifikasi serta keterangan dari X2 Glam.




Oke, yang pertama aku mau bahas adalah packagingnya. Ini asliii so cuteee bangets!


Dus nya warna soft blue dengan tulisan X2 Glam serta gambar ilustrasi cewek dan kucing yang gemesin banget gitu. Hihi... Love banget sama packagingnya.
Keterangan lengkap mengenai petunjuk penggunaan softlens (memasang, melepaskan, membersihkan dan menyimpan) ada di dalam dus dan keterangan kandungan softlens, diameter, izin dari Kemenkes dan tanggal kadaluarsa juga sudah tertera lengkap di bagian luar dusnya.

Softlens Made in Korea ini dikemas di dalam botol kaca dengan segel dengan keterangan nama warna dan power range di atasnya.


Spesifikasi X2 Glam :
6 month supplies
55% Water Content
Base Curve : 8.60 mm
Diameter : 15 mm
Power Range : Plano - 6.00D (0.25) s/d 6.00 - 10.00 (0.50)

Klaim dari X2 Glam ini adalah Large Optical Zone, pupil area besar sehingga tidak mengganggu penglihatan anda.


Jadi X2 Glam ini bisa dipakai selama 6 bulan setelah kemasannya dibuka dan nggak usah khawatir buat kamu yang punya mata minus. Aku pakai yang minus -3.75. Sebetulnya mataku ada silinder, tapi berhubung softlens nya nggak ada silindernya jadi yaasudahlah.

Warna Aquamarine nya X2 Glam ini menurut aku lebih ke warna campuran antara biru dan hijau. Warna biru muda dengan hint kehijauan hampir seperti warna biru laut gitu deh. Warna softlens kalau sudah dipakai di mata masing-masing orang pasti akan berbeda hasilnya, tergantung warna asli mata. Warna asli mataku adalah kecoklatan. Nah Ini warnanya setelah aku pakai, dan ternyata agak sedikit berbeda juga saat di indoor (dalam ruangan) dan outdoor (luar ruangan).




Foto di atas aku ambil di dalam ruangan. Warnanya agak lebih kebiruan.



Kalau foto di atas aku ambil saat berada di luar ruangan. Warnanya agak lebih ke arah hijau menurutku. Mungkin karena lightingnya yaa, but it's no probleeem.. Karena ternyata warna Aquamarine ini cocok di aku.

Overall, aku suka sama X2 Glam warna Aquamarine ini. Nyaman banget dipakai, ringan dan nggak terasa mengganjal. Nggak bikin perih juga kalau aku pakai agak lama softlensnya. Itu yang paling penting sih. Kalau urusan warna nomor dua, tapi aku seneng sih karena warnanya bagus waktu aku pakai.

So... Are you glam enough, Ladies?
If your answer is yes, you must try this!

Kamu bisa beli X2 Glam di Authorized Dealer X2 seluruh Indonesia. Bisa kamu cek di www.x2.co.id

More info :
Instagram : @X2softlens
Twitter : @X2softlens
Facebook : X2 contact lens

Thankyou X2 Softlens!





See You On My Next Post!

With love,