}

23/12/2015

Laser Hair Removal Treatment Experience at De-Hair

Beberapa waktu lalu aku mengikuti KBJ Present Campaign dari Kawaii Beauty Japan dan berkesempatan untuk mencoba treatment Laser Hair Removal di bagian underarms di De-Hair Laser Hair Removal, Gandaria City.

Seneng banget rasanya karena selama ini aku belum pernah nyelesaiin masalah 'hairy' di bagian underarms dengan teknologi laser. Penasaran gimana rasanya, apakah sakit atau enggak karena selama ini aku melakukan waxing dengan cara biasa, mencukur sendiri di rumah ataupun mencabutnya dengan waxing strips dan sugar di salon. Duh... sakitnya itu lho. :(

Sebelum datang kesana, aku diminta untuk melakukan reservasi terlebih dahulu via telepon karena jadwal disana selalu penuh. Akhirnya aku dapet jadwal tanggal 20 Desember 2015 jam 11 siang.

Hal pertama yang ada di benakku waktu sampai disana adalah, "Interior kliniknya cute deh. Ungu unyu-unyu gimana gitu"
Dalamnya bersih dan cozy banget.






Sebelum mulai treatment, aku diminta untuk ngisi data diri serta data kondisi dan kesehatan tubuh.




Ini adalah ruang treatmentnya.




Setelah itu masuk ruang treatment. Eits... sebelumnya aku diminta memakai kemben agar memudahkan proses treatment dan memakai kacamata khusus agar mata terlindung dari sinar laser.





Proses laser hair removal dimulai dari mencukur bulu-bulu ketiak agar memudahkan sinar laser sampai ke akarnya.

Lalu ketiak diolesi dengan cooling gel agar tidak iritasi. Setelah itu proses laser dengan menggunakan alat ini.




Treatment dengan Laser Hair Removal ini sangat aman dan tidak menimbulkan rasa sakit sebab suhu panas sinar lasernya hanya mempengaruhi akar rambut. Laser ini juga sesuai untuk semua jenis kulit, panas laser dan waktu perawatannya akan disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing.



Dan bener, waktu alat lasernya digunakan di ketiakku sama sekali tidak sakit. Hanya terasa hangat saja.

Kurang lebih 10 menit sudah selesai lho.
Setelah selesai, ketiak dibersihkan.


Teknologi laser yang dipakai ternyata mempunyai frekuensi tinggi sehingga waktu perawatannya relatif singkat. Untuk bagian tubuh yang kecil hanya perlu 5 sampai 15 menit saja, sedangkan untuk treatment seluruh punggung orang dewasa sekitar 20 sampai 30 menit.

Benar-benar mutakhir! ;)

Treatment menggunakan sinar laser ini efektif untuk menghilangkan bulu yang tidak diinginkan secara permanen. Kurang lebih dalam 5 kali perawatan, 90% bulu-bulu tersebut dapat berkurang.



Yeay... Puas banget sama hasilnya dan sekarang udah bisa bilang, "Bye-bye Hairy" deh. :p






Hair Free, Pain Free, Feel Free!




Oh iya... Di De-Hair nggak cuma ada laser hair removal treatment aja lho, tapi ada Venus Freeze™ Treatment dan Signature Facials.



Tertarik buat mencoba?

Yuk langsung datang ke kliniknya dan kunjungi websitenya. Untuk price list, dapat ditanyakan langsung via phone.

Mall of Indonesia. Rukan Italian Walk Blok L No. 17, 
Kelapa Gading Square. Jl Boulevard Barat Raya. Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Phone: +6221-29364945 & 021-45869355



Gandaria City, Level 2 #247 C, Jl. Sultan Iskandar Muda, Kebayoran, Jakarta Selatan, Indonesia
Phone : +6221 292 36 446/7





Thankyou so much De-Hair Laser Hair Removal dan Kawaii Beauty Japan.

#KBJxDeHair







See You On My Next Post!


With love,





08/11/2015

Furniture Unik Karya Desainer Jepang

Siapa sih yang nggak tahu negara Jepang. Sebuah negara kepulauan di Asia Timur ini memang terkenal maju dalam segala hal. Salah satunya dalam bidang desain furniture atau mebel. Kali ini kita akan berkenalan dengan dua orang desainer asal Jepang berikut karya-karya uniknya di bidang desain furniture, Sori Yanagi dan Masanori Umeda.


1. Sori Yanagi


Sori Yanagi yang lahir pada tahun 1915 di Tokyo menggabungkan desain industrial barat dengan tradisi asli Jepang artisanal serta berkiblat pada gaya modern. Rancangannya melambangkan simbolis, sederhana dan kuat. Karya desain furniture Sori Yanagi yang terkenal ialah Butterfly Stool dan Elephant Stool.


 Butterfly Stool


Karakteristik Butterfly Stool ini mengadaptasi dari siluet lembut yang melengkung dari bentuk sayap kupu-kupu. Jika dilihat sepintas juga mirip salah satu huruf kanji. 

Material/bahan yang digunakan adalah plywood (kayu lapis) yang dibentuk melengkung seperti siluet kupu-kupu dengan proses bending. Proses bending merupakan proses penekukan atau pembengkokan menggunakan alat bending manual maupun menggunakan mesin bending. Finishing yang dilakukan antara lain dengan Lacquer plywood yaitu menggunakan pencair air murni dan resin yang tertinggal dipermukaan kayu. Selain itu bisa juga menggunakan finishing veneer (merekatkan kayu lapis dengan berbagai warna, serat serta tekstur).
Dimensi Butterfly Stool : 31 cm x 42 cm x 39 cm



Finishing menggunakan Veneer
Finishing menggunakan Veneer

Tidak hanya untuk duduk, Butterfly Stool dapat beralih fungsi menjadi meja.
Dapat diletakkan di ruang tamu, ruang kerja, ruang keluarga/ruang santai.







Elephant Stool
 Elephant Stool mempunyai karakteristik bentuk menyerupai tubuh dan kaki gajah. Material/bahan yang digunakan adalah Polypropylene (polimer termo-plastik) sehingga ringan jika dibawa kemana-mana


Dimensi Elephant Stool : 51 cm x 46,5 cm x 37 cm

Selain untuk duduk, Elephant Stool juga dapat digunakan untuk menaruh sesuatu diatasnya, seperti vas bunga atau pajangan.
Selain untuk indoor, Elephant Stool banyak diletakkan di outdoor seperti kebun, balkon dan tak jarang digunakan sebagai bangku untuk piknik.








Perkiraan harga dan pangsa pasar.
Butterfly Stool € 561,44 (± 8.300.000)
Elephant Stool € 96,80 (± 1.500.000)
Pangsa pasar : para peminat furniture yang menyukai gaya minimalis, unik,  modern dan jauh dari ornamen.





2. Masanori Umeda

Masanori Umeda lulus dari Sekolah Desain Kuwasama di Tokyo pada tahun 1962 dan memulai karirnya di Italia pada tahun 1967. Gayanya berkiblat pada gaya post-modern. Rancangan Masanori Umeda banyak mengadaptasi bentuk-bentuk flower atau bunga. Rancangannya melambangkan simbolis keromantisan.
Tidak adanya ornamen menunjukkan keminimalisan gaya dan desain era modern. Karyanya yang terkenal yaitu Soshun Stool, Rose Chair, Getsuen Armchair dan Anthurium Small Table.

Soshun Stool


Kursi tinggi dengan bentuknya yang unik menyerupai kelopak bunga. Mempunyai diameter 56 cm dan tinggi 88 cm.
Material/bahan adalah logam (metal) yang dibentuk untuk kaki kursinya. Dudukan menggunakan material busa dan mengadaptasi bentuk kelopak bunga. Dengan finishing upholstery (kain pelapis) dari bahan beludru.


Rose Chair

Mengadaptasi dari bentuk bunga mawar dengan kelopak yang berlapis-lapis membentuk padding. Tinggi dudukan 48 cm, dengan lebar 90 cm dan kedalaman tengah 82 cm
 Material/bahan yang digunakan adalah  kayu, logam, aluminium dan busa dakron dengan fnishing upholstery beludru.

Getsuen Armchair

Masih mengadaptasi dari bentuk flower. Sofa ini sekilas terlihat seperti bunga lily. Bentuknya menarik. Konstruksinya cukup rumit.
Lebar 101.6 cm. dan tinggi 87.6 cm.
Material/bahannya kerangka baja dengan polyurethane foam (busa) dengan finishing upholstery (kain pelapis).

Anthurium Small Table

Meja ini mengadaptasi dari bentuk bunga anthurium. Bentuknya unik dengan dimensi p x l : 53 x 42 cm dan tinggi 82 cm.
Material/bahan yang digunakan adalah kayu untuk top table nya yang berbentuk kelopak bunga dengan putik yang mencuat berbahan logam. Finishingnya menggunakan lacquer berwarna oranye dan kuning untuk putiknya. Kaki meja menggunakan bahan logam (metal). 
Meja ini dapat diletakkan di sudut ruang tamu atau ruang keluarga.


Perkiraan harga dan pangsa pasar.

- Soshun Stool : $ 1,650.00 Rp. 22.500.000)
- Rose Chair : $ 9,724.00 (± Rp. 132.000.000)
- Anthurium Small Table : £1,220.00 (± Rp.25.000.000)
- Getsuen Armchair : $ 8,919.00 (± Rp. 116.000.000)
Pangsa pasar : para peminat furniture yang menyukai gaya unik dan modern romantic.



Images Sources :
www.google.com






See You On My Next Post!

With love,






06/11/2015

Inspirasi Headboards Kreatif dan Unik

Bosan dengan kamar tidur kamu? Tapi bingung, kira-kira apa ya yang mau diubah biar kamar tidur lebih kelihatan beda?
Yuk coba 'bermain' dengan headboards atau sandaran kepala tempat tidur.


Susun dan satukan beberapa papan bekas secara horizontal. Hias dengan gambar atau tulisan dengan menggunakan cat. Berkreasilah! Kamu bisa menggambar mural, grafiti, atau hanya sekedar tulisan-tulisan di atas papan tersebut. 





Inspirasi headboards ini cocok buat kamu si kutu buku. Kamu bisa memanfaatkan buku-buku tua atau buku bekas yang sudah tidak digunakan untuk mempercantik headboards tempat tidur kamu. Gunakan double tape untuk merekatkan buku satu sama lain.

Atau kamu bisa mencoba menumpuk koleksi buku kamu menjadi sandaran tempat tidur. Ini membutuhkan banyak sekali buku dan jangan malas untuk selalu membersihkannya.






Bermainlah dengan kain. Pilih motif kain favorit kamu dan gantung di dinding. Jika bosan, kamu tinggal mengganti motifnya saja. 





Choose art! Gantung frame berisi foto, lukisan atau artwork di dinding bagian atas tempat tidur.





Karpet berbulu juga bisa kamu manfaatkan sebagai sandaran kepala tempat tidur. Sesuaikan warnanya dengan sprei atau sarung bantal guling. Atau kamu bisa memilih warna-warna netral seperti hitam atau krem. Jika ingin lebih terlihat 'bold', pilih karpet dengan warna-warna neon atau bright seperti shocking pink, green neon atau kuning.








Punya banyak bantal berukuran sama? Susun saja menjadi headboards. Buat dulu rangka besi untuk menempelkan bantal-bantalnya agar bantal kuat menempel di dinding. Setelah itu susun bantal-bantal tersebut di atas rangka besi.



Images Sources :
www.apartmenttherapy.com
www.demilked.com
www.housebeautiful.com






See You On My Next Post!

With love,